The Heroes and The Bonex

SAtu minggu sudah ulang taun TPC selesai digelar, walau secara umum berlangsung sukses beragam keluhan tak luput keluar juga dari peserta. Salah satunya mengeluhkan sesi Ramah Tamah yang bergeser menjadi 1 tema yang cukup berat padahal tema tersebut sudah dibahas di seminar sebelumnya. “mungkin apa yang dibahas dalam ramah tamah menjadi manfaat bagi yang lain, tapi untuk saya pribadi menjadi ngantuk. Kata Suryo, blogger dari Malhikdua, satu-satunya komunitas berakar pesantren.

“Bayangan saya sebelumnya di acara ramah tamah saya bisa ngobrol santai lintas komunitas, berbagi pengalaman, badanpun berharap segar kembali. Tapi yang terjadi semua pada ngikut, meski diselingi ketawa-ketiwi, tetap aja jadi kaku. Mungkin karena yang vokal itu-itu aja. Kesan siapa tokoh siapa bukan jadi tak terhindarkan pada sesi ini. Ujar seseorang yang enggan ditulis namanya.

Tiada gading yang tak retak, kalimat yang pantas diberikan terhadap event besar ini. Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh panitia yang notebene dari the heroes, sebutan untuk anggota TPC tetap layak diacungi jempol. Memang acara tidak semewah dan sebesar acara kopdar yang diselenggarakan komunitas ataupun pihak lain, tapi jika melihat kegigihan mereka dalam menyelenggarakan acara sungguh luar biasa. Mereka tidak menumpang agenda ulang tahun kota yang kebetulan tidak bebarengan dengan ulang taun komunitas. Bisa terbayang betapa susahnya memikat hati pejabat. Demikian pula dengan sponsor. Beberapa perusahaan telah kehabisan program promonya mengingat waktu yang sudah mendekati akhir tahun. Pertengahan Desember mereka harus tutup anggaran. “Yo wes mbonex ae.” kata panitia yang juga enggan ditulis namanya “Jangan salah, kota pahlawan muncul karena aksi bonex tempo doeloe.” Alibinya kemudian.

Tak hanya masa persiapan, hal pahit juga menimpa usai acara. Media mainstream yang diharapkan mampu menjadi partner dalam mempublikasikan kegiatan ternyata memberitakan hal yang melenceng dari fakta. Beberapa media malah enggan menyebut nama penyelenggara, yang lain salah dalam memberi label, dan lain sebagainya. Padahal release resmi dari panitia telah dikirim sebelum acara dimulai. Sengaja memelintir atau.

Untung The Heroes tahan banting. “Anjing menggonggong Bonex berlalu.”

Judul Terkait : Aksi Meriah TPC untuk Surabaya

Aksi-aksi:

gladi resik

Melekan

ngebut suvenir

Foto mobil jendral mallaby hancur diambil dari koleksi kaos Cakcuk.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov