Tahu Tek oh Tahu Tek

Ini adalah kisah cinta mati saya dengan sebuah makanan, tahu tek namanya. Memang, diantara makanan yang banyak beredar di tanah air hanya golongan berpetis yang selalu bertambat dihati dan lidah. dan diantara makanan berpetis itu rupanya tahu tek luweh tresno menjadi idaman. Sudah berapa kali tahu tek selalu menjadi santapan, dan berapa banyak tempat tahu tek yang saya kunjungi.

Tahu tek telah menjadi kisah tersendiri bagi saya. Orang yang memakcomblangi saya dengan tahu tek adalah David, kawan sewaktu masih kuliah. Namun beliau sudah meninggal dunia (semoga arwahnya diterima di sisi-Nya), sehingga menjadi memorabilia tersendiri bagi saya. Jika sebelumnya saya bersikap cuek kepada penjual tahu tek yang lewat tapi berkat perantara Alm. David segalanya jadi berubah setelah dia mengajak makan di Tahu Tek Pak Ali Dinoyo.

Selanjutnya, saya benar-benar jatuh hati pada tahu tek. Tarifnya yang sangat terjangkau membuat saya sering hunting tahu tek kemanapun pergi. Ada tahu tek depan sekolah balantara yang sungguh enak, tahu tek kartolo yang lewat tiap siang di kampung, bahkan ada juga tahu tek remang-remang di depan pabrik elektro yang antreannya bisa sampai 2 jam dan saya tetep terlena untuk menunggu. Dan banyak lagi tahu tek – tahu tek lainnya.

Begitu lekatnya saya pada tahu tek kemanapun pergi rasa itu selalu membayang, hingga kemana-mana saya tetap harus mencari tahu tek. Jika di Jakarta tahu tek susah dicari, saya akan mencari makanan yang agak-agak mirip, namanya tahu telor. Enak, tapi tetap belum mampu menjawab kerinduan, karena tanpa petis hanya ulegan kacang yang ditambah telor. Atau kadang memaksa makan ketoprak sambil membayangkan tahu tek, tapi hanya rasa eneg yang muncul karena ulegan kacangnya yang masih kasar.

Begitulah latar belakang dan perjalanan romantis saya dengan tahu tek, sampai terjadi sesuatu yang sangat menyakitkan. Dimana tadi siang, ditengah eskalator yang sedang berjalan naik, Tahu tek itu tiba-tiba menampar diri saya didepan umum.

Prak..priank..priankk.. bunyi piring jatuh dan pecah berserakan. Semua mata memandang. Saya salting, panik, dan malu..!

Tahu tek.. oh tahu tekâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€šÃ‚  Cok!!

*******************

Postingan ini mengantar saya buat mengucapkan minta maaf yang sebesar2nya untuk pramusaji yang kerjaannya menjadi terganggu akibat ulah tangan saya yang tiba-tiba (entah darimana datangnya) menyenggol tatakan Tahu tek yang sedang anda hantarkan ke pemesan. Saya hendak minta maaf, tapi anda keburu meminta maaf. Padahal itu salah saya. Semoga bos anda tidak bengis memarahi, syukur bisa memaafkan.

Sampai malam bau anyir petis terus menyengat, sampai jaket dan celana harus kucuci dan kurendam dengan pewangi.

Glosari:

Menurut wiki, tahu tek adalah salah satu makanan khas kota Surabaya.

Tahu Tek terdiri atas tahu goreng yang dipotong kecil-kecil dengan gunting, kentang goreng setengah matang, taoge dan kerupuk udang. Semua itu kemudian disiram dengan bumbunya yang terbuat dari petis, kacang tanah, cabe dan bawang putih.

Menurut saya : Tahu tek semakin hitam semakin enak rasanya.

Foto diambil dari sini

31 thoughts on “Tahu Tek oh Tahu Tek

  1. nanti kalau aku ke surabaya, ajak makan ini ditempat yg kamu bilang enak itu ya. soalnya aku lupa, dulu pernah makan ini atau belum waktu masih di malang.
    ditempatku sini ada yg mirip, tapi ga pake taoge dan krupuk udang. kemirian bumbu pun tak bisa dipastikan.
    🙄
    curiga tangan novi sebetulnya mau nyenggol sesuatu yg lain, tapi nyangkut di baki

    novi : biarpun mirip tetap enak tahu tek. bah! 🙂

  2. Aku yo seneng iku… mirip dengan tahu campur, tahu kupat, kalau di semarang ditambah gimbal urang, jadinya tahu gimbal… pokoke maknyusss…

    tahu gimbal? aku wes tahu mangan. tapi tetap top markotop gawe tahu tek 😀

  3. awalnya aku gak suka tahu tek, petisnya itu yg bikin gak suka. tapi setelah kejadian kemaren mendadak aku menjadi suka tahu tek, soalnya ada aib disana wahahahhahahah

    novi : prek

  4. mantab, mas novi. kok baru tahu kalau tahu tek itu ternyata makanan khas surabaya, yak? yang saya kenal selama ini cuma tahu petis doang, hehe … mesti nikmat kalau pas disantap waktu musim hujan.

    novi : tahu petis? tinggal diupgrade dengan lontong, kentang, dan taoge jadilah Tahu Tek.

  5. Apa arti kata “Tek” cak ?
    klo di jawa kata tek itu brarti akan…
    misal; cak novi tek pentung ko..
    artinya cak novi mau sy pukul
    Desssss

    novi : sebab selama berjualan penjual tahu tek selalu memukul wajan/penggorengan sehingga bunyi tek-tek-tek

  6. tambahan: yang setengah matang tidak hanya kentang, tapi juga tahu. doh, jadi kangen saya makan itu lagi. Buat pemula makanan ini tidak enak dilihat, warnanya item soalnya, sama kayak rujak atau rawon. Tapi rasanya hmmm, maknyusss. nendang polll.

    salam kenal ya. baru pertama kali mampir nih

  7. belum pernah nyoba
    klo lontong balap rasanya seperti apa

    novi : tergantung penjualnya mas. beberapa tempat terkenal menyajikan rasa yang berbeda. main saja ke surabaya

  8. mak nyus banget tuh rasanya….
    ga terlalu sering sih ngerasain…
    cuma waktu itu 2002-2003 ane bener2 kegilaan ma tuh makanan…
    hampir tiap malem ane makan tuh makanan…
    pokonya,uenae pool dah….

    jadi kepingin lagi nih….
    tapi sayang disini ga ada…
    kapan ya saya bisa makan itu lagi…
    klo diitung2 mahalan ongkosnya ;))

  9. Ping-balik: JEJAK RAMADLAN – Permata Yang Dinanti

Tinggalkan Balasan ke foton Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *