Setelah Launching Be-blog, Jangan Salah (lagi) di Bekasi

Launching Be-blog.  Mas nov cuma pesan es teh?,  tanya saiful keheranan melihat es teh yang kubawa dari meja saji. Ngeledek atau gimana nih anak, gumamku, karena sejujurnya aku juga salting dan malu dengan apa yang saya pesan, sangat berbeda jauh dengan minumannya : juice strawberi.  ¦”Oh, gak..aku memang pengin es teh!”jawabku lugas, demi menutupi kebodohan dan juga rasa jaim. ehm
***
Kejadian diatas terjadi pada saat Launching Be-blog tempo hari, saat itu masing-masing peserta dapat voucher minum, tertulis 25%. Gara-gara tulisan itu yang membuat aku harus berpikir panjang setelah melihat daftar menu yang harganya selangit, mengikuti sederet nama minuman yang cukup asing bagi blogger kere diri ini.  “Busyet neh, sama juga boong.”Keluhku. Sebenarnya jika disuruh milih, mending tak usah beli daripada mengeluarin duit . Walau di diskon sekalipun, tetap aja keluar duit. Maklum isi dompet cuma gocap, bisa ndak bisa pulang nanti. Tapi karena sudah telanjur berlama-lama di depan ce manis si kasir, malu donk kalau sampai cancel. Mau taruh dimana muka gwe. Ya sudah, maka jatuhlah pilihan minuman yang paling murah. Es Teh.

Tak tahunya, ternyata seluruh minuman, berapapun harganya adalah GRATIS. Udah ditanggung oleh panitia. Dasar, Ajengkol yang belum konfirm atau saya yang salah dengar.
***

Paman Tyo asli dan palsu

Begitulah launching Be-Blog, meski acaranya singkat, ringan, dan berlangsung di kota kecil rupanya membuat saya harus memanen rasa malu yang cukup ehmm. Beberapa kejadian membuat saya kecele lagi salah duga. Kejadian selain diatas adalah terlihatnya sosok gundul seperti Paman tyo, yang selalu muncul disetiap acara kopdar, begitu saya sapa ternyata bukan. Kemudian seorang hadirin lagak-lagaknya mirip sekali dengan Mantan Kyai, dimana saat itu tercatat hadir dalam Launching Be-Blog -kata Ajengkol sebelum acara-, ternyata bukan. Dia adalah Damar, blogger Bengawan.

mantan kyai asli dan palsu

Manfaat Launching Be-blog

Sungguh tepat benar Launching Be-blog ini digelar, agar masyarakat jadi tahu segala sudut tentang bekasi, dari beragam peristiwa dan perkembangan.  “karena Blog adalah media yang sangat jujur dalam mengupas banyak hal dan peristiwa” kata keynote speaker dalam talkshownya di Launching Be-Blog saat itu. Jadi, pasca Launching Be-blog diharapkan orang tahu kemana mencari info sehingga tak salah lagi menilai tentang Bekasi. Tak salah lagi di Bekasi. Jangan sampai peristiwa memalukan karena salah-salahnya ini menjadi hal memalukan seperti yang kualami sendiri, di toilet Launching Be-blog, sebuah potret orang salah di bekasi. Yakni, saat berjumpa dengan Bung Chappy Hakim.

Seperti biasa, sebelum mendatangi acara yang bertema khusus saya mencari bahan yang terkait acara tersebut. Lewat internet, saya buka blog resmi Be-blog, terlihat nama tokoh yang akan hadir adalah Pak Chappy Hakim . Kebetulan saya kenal nama itu, beliau kan baru saja melaunhing salah satu buku best seller-nya. Membayangkan bakal ngobrol dengan Pak Chappy Hakim pas acara Launching Be-Blog, saya langsung cari keyword tentang buku tersebut di google demi mengenali isinya. Malulah kalau ngaku fans ternyata gak tahu isi yang ditulisnya.

Sungguh indah Tuhan kasih skenario karena saya benar-benar melihat Pak Chappy Hakim setelah Ajengkol menunjuk ke arah meja  pak Chappi udah datang. Meski tahu begitu, saya tidak langsung samperin, disamping kursi yang gak muat, juga bukan levelnya untuk duduk disitu. Beruntung gak lama kemudian beliau pergi ke toilet, sayapun membuntuti sekalian ganti baju Launching Be-Blog. Begitu bertatapan, langsung saya tanya kabar,  “Mas chappi, apa kabar. Gimana, laris bukunya? tanya saya mengingatkan pada buku Cat Rambut Orang Yahudi seakan pernah berjumpa dengannya diwaktu sebelumnya (sok akrab kali). Saya juga panggil “mas” karena tampak lebih muda dari yang saya duga.  Sontak beliau kaget,  “oh, buku itu.. laris, banyak peminatnya.” Jawabnya terbata dan tak kalah basa-basinya juga.

“bagus koq pak isinya,”sambung saya kemudian, padahal selembarpun belum baca. Beli juga nggak. Cuma modal cari di google.

Cukup singkat perjumpaan itu, hanya sedikit basa-basi, yang penting bisa jadi oleh-oleh ke teman.  “I’v met him“Selanjutnya kami kembali ke meja masing-masing.
Hanya satu hal yang mengelayut dalam pikiran saya kemudian, katanya pak Chappy Hakim tokoh AURI, koq badannya mungil?.

Ternyata bukan Pak Chappy Hakim yang saya ajak ngobrol di toilet, tapi mas Pepih*.
—-

Seperti yang sudah saya tulis diatas,  “Blog adalah media yang sangat jujur.. karena itu saya menulis demikian. Bagaimana dengan anda? apa oleh-oleh dari Launching Be-blog?

* Pepih Nugraha, jurnalis Kompasiana

(Visited 13 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov