main

Berita dan ArtikelSerba-serbi

Rindu Tebal tak Tertahankan

17 Mei 2009 — 20

…. harusnya ini lirik lagu Rindu Tebal gubahannya Iwan Fals, berhubung gak hapal ya sudah kukosongin. Atau anda mungkin punya lagu lain yang setema. Tentang kerinduan. Ya, karena saat ini aku sedang rindu berat. Merindukan, anak-anak yang telah hilang, pergi, atau kabarnya ketlingsut dalam sela-sela kesibukan dan aturan….

Ceritanya sudah hampir 9 bulan program ngeblog berjalan (cukup lama juga kan ternyata). Terhitung sejak 1 Ramadhan 1429 H, dengan segala hambatan terjal dan rintangan. Saat itu saban hari jumlah blogger bertambah, demikian pula dengan jumlah postingan yang unik-unik aroma santri. Tiap malam, jam 23 aku selalu sempatkan diri untuk blogwalking (jalan-jalan ke blog-blog lain). Setiap blog yang kukunjungi tak terlewatkan komentar-komentar dari ku, ada yang kujawab dengan serius, ada yang kukerjain, ada yang kukritisi habis, ada pula yang wajib kunistakan he he he.. maap lah.

Setiap aku membaca blog-blog mereka kemudian memberi respon, terasa dekat anak-anak itu dihati. Aku merasakan apa yang sedang mereka rasakan, aku ikut merasakan ketika mereka sedang kesulitan belajar, aku merasakan kebahagian mereka ketika orang tuanya datang, aku merasakan kesakitannya ketika ada yang jatuh dari lantai, atau kejengkelannya diledek teman-teman. Sampai aku juga turut merasakan kegetirannya ketika cintanya sudah berpindah ke lain hati, dikhianati temannya sendiri, atau mungkin ditinggal jauh tanpa khabar.

Memang aku bukan guru anak-anak itu, bukan wali kelas anak-anak itu, bukan pula guru BK. Tapi aku merasa lebih dekat, dan lebih mengetahui isi hati mereka, mengetahui kapan mereka sedih, kapan mereka bersemangat. Tak lain tak bukan karena aku ngeblog dan mereka juga turut ngeblog. Saat ngeblog aku tidak peduli bahasa mereka, tak peduli indah jeleknya susunan, atau juga buruknya diksi, karena aku menyadari kalau blogger bukan penulis atau kolumnis, blog bukan menulis, blog adalah media berbagi, yang mana sedikit demi sedikit mampu menajamkan kepekaan terhadap sekitar, terhadap kawan-kawannya. Itulah kenapa hatiku dan hati mereka telah menjadi satu. Oleh BLOG.

Tapi kini, jalan terjal telah terjadi. Sudah hampir 4 bulan aku tidak tahu proses mereka karena mereka tak ada jalan buat ngeblog. Aku juga kesulitan melanjutkan program blogging demi kepentingan atasnya, berkoalisi dengan sekolah menghidupkan kembali websitenya sampai berselingkuh dengan box yang sebenarnya bukan urusanku. Selama itu, tanpa sadar aku telah melalaikan anak-anak, tak ada proses kehidupan dari anak-anak itu yang mampir dalam ingatanku, sampai kudengar tiba-tiba ketua blogger malhikdua telah pulang karena sakit. Tanpa ngeblog, kita hanya bisa mengetahui tiba-tiba.. tanpa proses.

Semoga tahun ajaran baru Pak Guru yang (Alhamdulillah) ikut ngeblog bisa membantu mewujudkan konsep âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”One Student One Blogâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚, agar anak-anak semakin terikat erat satu sama lainnya, lewat semangat blogger, semangat BERBAGI.

Setiap muslim adalah bersaudara. Ibarat satu tubuh, dimana satu bagian tubuh sakit maka bagian yang lain juga ikut merasakan sakitnya.

Kenangan-kenangan :

keterangan :

1. Bersama mas Ardyansah, blogger dari komunitas Tugupahlawan.com
2. idem
3. Saat pengenalan bloging pertama, Ramadhan 1929 H
4. Blogger2 malhikdua

foto thumbnail atas hanya ilustrasi. maaf bagi yang merasa memiliki dengan senang hati untuk hubungi saya via email atau YM :”)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov