Padat dan Berisi dalam Membangun Bekasi (dari acara Blogshop Kompasiana)

Mulailah dari bawah dulu pesan mas Amril Taufiq Gobel, saat memaparkan tips mulai ngeblog dalam dalam Blogshop Kompasiana 14 November 2009 di Kampus STMIK Bani Shaleh Bekasi. Presentasinya bertajuk Menulis, Blogging, dan Pergaulan Virtual mengawali rangkaian Blogshop yang padat dan cukup berisi, diselenggarakan atas kerjasama Kompasiana dengan Be-Blog, komunitas Blogger Bekasi, pk 09.00-15.30. Padat karena materinya terbilang lengkap untuk blogger baru maupun lama, dan dibilang berisi karena penyajinya cukup ahli dalam menyampaikan materi. Semuanya mampu memberi manfaat bagi peserta.

Pemilik blog Daengbattala.com ini memaparkan panjang lebar tentang manfaat bLog berikut tips memulai ngeblog seperti diatas. Dengan tidak terlalu terbebani dengan kuntatitas seperti blogger senior/terkenal membuat tulisan bisa mengalir kapan saja. Sekali dua minggu silakan Lanjut Bapak asal Makassar tersebut. Sebagian peserta begitu memperhatikan presentasi dengan seksama, sesekali mengangguk mengingat masih baru dalam dunia blog.

Sebagai penyemangat, bapak asal Makassar tersebut juga menunjukkan salah satu blog yang mengisahkan tentang kehidupan anaknya yang penuh warna-warni. Ini menunjukkan bahwa untuk ngeblog tak perlu berpikir berat. Cukup apa yang menjadi peristiwa ringan disekitar kita. Yang ringan-ringan itu juga rupanya menjadi rejeki tersendiri bagi mas Amril setelah satu penerbit di Jogja berkenan mempublish isi blognya.

Menulis harus Cepat, Menarik, dan Manfaat

Usai sesi pengenalan Blog, berikutnya adalah kiat Menulis Cepat, Menarik, dan Manfaat oleh Mas Iskandar Jet dari Kompasiana. Tema yang sangat ditunggu-tunggu banyak peserta mengingat sudah begitu jamak bagi blogger ketika menulis berbagai kendala dialami, seperti : isi tulisan yang basi/garing, tidak menarik, hingga hilangnya mood.

antusias peserta

Dengan jam terbang yang cukup tinggi Mas iskandar membagikan pengalaman dan kiat-kiatnya mengatasi segala permasalah dalam penulisan. Masing-masing dipecah dalam 3 hal sebagaimana tema. Agar menulis bisa cepat misal, Mas Iskandar menyarankan untuk menulis apa saja yang terlintas di kepala, apapun yang disukai dan dikuasai, tidak terpaku judul, tulis kata demi kata, tida terpaku pada paragraf sebelumnya, cuek terhadap pendapat orang, dan tak perlu takut menulis yang sama dengan orang lain.

Agar menarik, kiat-kiat yang diberikan Mas Iskandar adalah pede dengan menggunakan bahasa sendiri, betot perhatian pembaca dengan kalimat atraktif namun tidak bombastis, komunikatif dengan mengajak orang lain terlibat, beberkan data dan fakta sampai kemudian membandingkan satu peristiwa ke peristiwa lainnya.

Terakhir adalah bagaimana tulisan menjadi manfaat. Trik yang diberikan adalah dengan berupaya memberi pemecahan masalah, bukan hanya kemukakan masalah saja. Kemudian tulis apa yang dibutuhkan orang, bukan sekedar memuaskan diri; perbanyak informasi dan ilmu baru agar tulisan lebih mendalam dan bermakna. Dan yang paling penting adalah KEJUJURAN.

Saat memasuki point terakhir tersebut Mas Iskandar terlihat memberikan penekanan yang lebih tentang kejujuran. Beliau lantas memberikan contoh kasus terhangat yang pernah dialami dalam blogsphrere kompasiana tentang kisah puri yang ternyata fiktif, padahal sudah banyak pembaca larut dengan segala kisah derita yang dialami blogger tersebut.

Blog Gratisan atau Berbayar

Setelah digelontor dua sesi pengenalan blog selanjutnya peserta digiring ke hal praktis bagaimana ranablog memilih tempat blognya. Tempat blog ini dikenal dengan hosting. Jadi yang dimaksud dengan blog gratisan atau berbayar adalah pilihan blog dengan hosting gratis atau berbayar. Materi disajikan oleh Mas Yulyanto dengan judul Teknik Pembuatan Blog Gratisan  dan Mas Vavai dengan Teknik Pembuatan Blog Berbayar .

Sangat tepat dua materi tersebut diberikan karena pada kenyataannya, ketika sudah mau memulai banyak yang bingung apa yang harus dilakukan kemudian. Semuanya menjadi jelas saat satu demi satu kedua pemateri diatas menyebutkan dengan gamblang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing. Intinya, yang bayar bisa memakai nama sendiri seperti namaku.com, sedang yang gratis mau tidak mau harus rela dilabeli nama lain, misalnya: namaku.blogspot.com .

Doa Sebagai Parameter Kesuksesan

Doa pembawa berkah

Jumlah peserta menjadi satu parameter penentu keberhasilan acara workshop disamping ketersediaan komputer bagi masing-masing itu sendiri. Tapi untuk acara berhubungan dengan internet sering menjadi dilema tersendiri bagi penyelenggara, dimana semakin banyak peserta yang terkoneksi praktis menjeblokkan kecepetan koneksi.

Sepertinya hal ini disadari pihak Telkom Bekasi sebagai sponsor kegiatan blogshop dengan meningkatkan kapasitas bandwith selama acara. Alhasil, peserta yang mencapai 72 orang (terbanyak dari 2 roadshow blogshop Kompasiana) tak satupun yang mengeluh. Internetnya cukup stabil meski banyak diantaranya melakukan aktivitas penghabis bandwith : facebook.

Meski begitu, ada satu kisah unik mewarnai penyelenggaraan acara. Tiga hal diatas (peserta, komputer, dan bandwith) memang menjadi paramater kesuksesan tapi apa jadinya jika listrik tiada.

Sehari sebelumnya, dikabarkan bahwa PLN Bekasi akan mematikan listrik di lokasi blogshop. Kabar tertulis itu diterima panitia langsung dari pak Zaenal Humas STMIK Bani Saleh. Dalam situasi sulit tersebut panitia sempat berpikir untuk memindahkan lokasi acara. Namun, hal itu tidak saya lakukan, yang saya lakukan adalah ambil air wudhu dan sholat Tahajud. Memohon kepada Allah agar besok listrik tidak padam, dan diberikan kelancaran dalam pelaksanaan pelatihan blog ini.  Kata Pak Wijaya salah satu panitia.

Seperti yang diketahui kemudian, besoknya tidak terjadi pemadaman listrik di lokasi. Saya pun menangis dalam doa-doa saya kepada-Nya Lanjut pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru Labschool.

(bersambung)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov