Nikah Cukup Sekali Kecuali…

Nikah adalah ibadah. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka pernikahan bernilai ibadah dan mendapat pahala besar. Diantara indahnya pernikahan, kita dapat meraup pahala sebesar-besarnya. Istri yang taat dan patuh pada suami, suami yang manafkahi dan melindungi istri lahir bathin bernilai pahala yang besar. Kebersamaan membangun rumah tangga yang Sakinah, penuh Mawaddah, dan Rahmah akan senantiasa diliputi keridhaan Allah S.W.T. Dalam bahasa gaul seringkali disingkat dengan nama Samawa.

Bicara tentang Samawa ini, kemarin Minggu 8 September adik ipar saya melakukannya. Angga mempersunting Nia, gadis satu kota di daerah Cakung Jakarta Timur. Ijab Kabul dilaksanakan tepat jam 9 berikut dengan segala proses tradisi sesudahnya seperti sungkem, doa, injak telur, full music, foto-foto, dan makan-makan. Semua berjalan cukup sederhana, namun sangat meriah, tak kunjung habis tamu-tamu berdatangan keluar pergi. Dari jam 9 pagi sampai 19 malam. Bisa dibayangin capeknya …

Sebagai sempurnanya Nikah, petugas KUA ( atau mungkin Ustadz yang diundang) memberikan ceramah/khutbah Nikah. Guna memberikan siraman kepada kedua mempelai, tentang semua hal yang terkait dengan pernikahan seperti yang saya uraikan diatas. Walau sering saya dengar juga, tapi cukup bagus dan tepat apa yang beliau berikan, ada harapan-harapan yang membahagiakan bagi indahnya kedua pasangan dalam menjalani biduk rumah tangga.

..namun juga cukup geli ketika beliau mengatakan dalam bagian tausyahnya ..Nikah itu cukup sekali, kecuali salah satu meninggal

Benar memang. Namanya juga ditinggal mati, buat pembebas rasa sepi, terlebih bila anak sudah cukup bikin rewel sehingga menikah lagi adalah pilihan hidup. Tapi untuk sejoli yang lagi membangun cintanya dengan penuh kasmaran, dihari pertama ini, tentu lumayan bikin was-was di hati.. “Duh, cintaku..nanti dikau kawin lagi


Just a joke!…Ini intermezzo saja koq. Bagaimanapun menikah tetap membawa kebaikan dengan segala prosesnya. Selamat buat Angga, selamat buat Nia. Sudah cukup banyak doa yang diberikan, semoga semua terkabul. Amiin ya robbal alamiin. Paling tidak, ada ekses manfaat bagi saya pribadi. Dengan nya dirimu ke tempat mempelai wanita, aku bisa pakai speedy mu sepuasnyaaa ***

—–Selesai——

ilustrasi dari sini .

foto-foto:

Bukan sesuatu yang ringan mendirikan rumah tangga bahagia, di dalamnya diperlukan jihad yang besar, pengorbanan yang tinggi. Diperlukan pribadi-pribadi yang tangguh dan kokoh agar mampu menahan badai dan ombak yang menerpa biduk rumah tangga. Dan sebagai awalan, ibu-ibu jamaah kampung-iyah Kebon Pala men-supportnya dengan Diba shalawat badar di rumah calon mempelai pria, sehari sebelum berlangsungnya pernikahan.

Gedoran terbang shalawat kelompok marawis kampung setempat mengiringi Angga beserta pengikut menantang tim Nia dkk

bla-bla-bla…. SAH!

Kamar Pengantin kedua mempelai. Konon, sunnah sholat (melihat dalamnya) di kamar pengantin bagi pengunjung/tamu-tamu. Sangat barokah doa di kamar ini. Versi jawa, memasuki kamar pengantin bisa menjadi harapan untuk bisa segera dapat jodoh dan menikah lagi juga. Sayangnya fungsi tersebut seringkali bergeser, terutama di desa-desa, kamar pengantin sering ditumpangi untuk melepas lelah bagi saudara2 dari jauh.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov