Pak Menteri dan Jin Botol (Paradoks Dunia Kyai, I)

Tiga orang profesional masing-masing pakar membuat kopi (barista), pakar wisky (bartender) , dan pakar komunikasi (TI) berjalan jalan di Negeri Arabia guna menghabiskan hari tuanya. Ditengah perjalanan mereka menemukan sebuah botol berisi Jin. Setelah jin baik hati keluar, mereka bertiga diperbolehkan minta masing masing 1 permintaaan dan pastilah dikabulkan.

Profesional pertama minta berada di dalam satu gudang kopi ABC selama 1 tahun, yang kedua minta Wisky satu gudang, dan yang ketiga minta kawasan hotspot. Maka, dalam sekejap dipindahkanlah masing-masing ketempat sesuai yang diminta.

Tepat setelah setahun, saatnya ketiganya balik tempat semula. Jin baik hati lega mendapati profesional ke 1 dan ke 2 tampak rasa puas. Namun giliran yang ketiga datang, jin baik hati malah dimarahi dan dipukul: âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”Dasar Jin goblok, bego. Laptopnya mana?!!!âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚

***

Kisah diatas mengenang 2 minggu kehadiran Menkominfo, M.Nuh di Pondok Alhikmah 2. Walau singkat dan terkesan dadakan kehadirannya telah dinanti-nantikan jauh hari sebelumnya. Berbagai acara disiapkan guna menyambut kehadiran beliau. Abah, Kyai, Pejabat, guru, staff hingga santri-santri berebut tempat untuk mendengarkan ceramah dari Pak Menteri yang konon hapal 4 bahasa dunia. Lazimnya seorang pejabat, gak afdhol kalau tidak berjanji, Pak Menteri berjanji untuk meng-hotspot-kan kawasan pondok. Selain hotspot, bandwith juga hendak ditambah. Amazing…

Janji Pak Menteri yang juga mantan rektor ITS kubaca dari sms yang kuterima saat kumpul bloger kemarin. Kabar ini tentunya sangat menggembirakan bagi Pondok yang sejak lama memimpikan akses internet cepat dan tanpa batas. Sangat penting bagi komplek yang menampung ribuan santri. Tak sia-sia penantian mereka. Lebih-lebih seorang menteri di ranah Kominfo. Di acara Pesta Bloger 2008 kemarin saja beliau tak sanggup hadir.

Kepastian selanjutnya masih kabur. Kamis kemarin, Faisol staff pondok telah memasang perangkat Hotspot. Untuk sementara pakai dana sendiri katanya. Padahal kabar yang tersiar adalah bantuan. Entahlah, mungkin dana dari kominfo belum turun. Yang terus berputar-putar dikepala adalah ekses dari janji Pak Menteri, karena yang saya tahu device yang sanggup menerima sinyal hotspot cuma laptop/notebook. PC bisa juga dipaksa untuk tangkap asal dicolokin USB/LAN wifi yang tentu saja sangat makan anggaran besar. Beberapa gadget seperti PDA Phone / Smartphone sebenarnya bisa support wifi juga. Tapi bagi siswa di lereng gunung Slamet ini, alih-alih Gadget, HP saja mereka tak punya.

Semoga Pak Menteri tidak senasib Jin Botol yang jadi bulan-bulanan praktisi, karena jika kalimat terakhir diteruskan bunyinya kira-kira seperti iniâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦. âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”Alih-alih HP, baju saja cuma 3 larikâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚

Tentu saja yang paling terakhir ini hanya ungkapan. Tapi Nyata …. []

16 thoughts on “Pak Menteri dan Jin Botol (Paradoks Dunia Kyai, I)

  1. pak mentri uda kasih tu hot spot, nah giliran sang guru besar webmaster yang kasih santri laptop.. biar pak mentri gak jadi bulan2an, saling lengkapi gitu. huwaahahahawaahhaha

  2. hahaha bisa juga yah keren menggelitik
    jadi kalo meminta sesuatu hendaknya di pikirkan untuk pokok kebutuhannya hahaha kawasan hotspot tapi pake PC destop hahaha
    saya mengundang juga kawan kawan dari pondok untuk datang dan silaturahmi kesini
    jika saya tahu berapa jumlahnya saya bisa jemput di kecamatan kaligesing
    sampean tinggal dari terminal naik angkot menuju kota lanjut di pasar baledono anda bisa naik angkot ke kecamatan kaligesing 1 orang biayanya 3000 nanti dari kecamatan bisa di jemput mohon datang agak siang di tanggal 24 oke di tunggu

  3. hotspot bagusnya di lokasi wisata, cafe en tempat-tempat nongkrong.
    kalo di sekolah akses internet biasa aja cukup lah, yang penting aksesnya cepat. kurang sesuai peruntukannya. itu menurut saya yang agak gaptek loh, hehehe… 😀

  4. @yummy – itukan cuma ungkapan. ada yang 3 larik, 3 larik + 1, 3 larik + 2, dst, … terserah. Terserah perasaan yummy jg punya baju berapa di kamar. ayooo Ngakuu!!!

    @genthokelir – InsyaAllah kami kan datang. smg mereka mau bolos ngaji :))

    @nafisa – mungkin jika aku datang pak menteri akan minta aku jadi tenaga nya di Depkominfo sana. Tapi ku ga bakal mau. Aku lebih mencintai kalian. tak kan kutinggalkan pondok krucil walau kalian sering nyebelin. wekkK! 🙂

    @wempy – tepat mas. tapi gak salah juga kalau sekolah dikasih hotspot. asal setiap jendela kelas digantung laptop-laptop yg bisa dipakai kapan saja pas istirahat 😛

  5. ya asal janjinya cepet terealisasikan ajah sih gpp yap.soalnya skrg ini kan lagi musim kampanye jadi banyak pihak yang mencalonkan jadi wakil diatas sono yang menebar janji-janji palsu, nah itu yang bahaya.betul ga yap?harus betul,awas kalo ngga hehehe

  6. untung aja dikasih. kan namanya orang bertahap. kita husnudzon aja barang kali nanti setelah hotspot beliau membawa beberapa laptop. masing-masing santri kan bisa dapet satu. amin………..

  7. Hua ha ha…. kok konyol banget ya??? harusnya janjinya kasih akses internet cepat saja, hehehe… soal hotsepotnya kan gampang bangun sendiri… tinggal pilih, mau yang murah, cukup sekantor saja, atau pake mikrotik seperti di gunungkelir yang cukup untuk sekampung…

Tinggalkan Balasan ke 4rever Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *