Kundarti Gagal Balas Dendam ke TPC

Bagi pelanggan setia blog ini tentu masih ingat dengan kisah kundarti yang pernah saya tulis jauh beberapa bulan yang lalu. Alhamdulillah beberapa hari kemarin beliau datang ke gubuk offline saya di Surabaya. Uun, panggilan mesra saya kepadanya, sengaja datang ke Surabaya dalam rangka belajar website plus jual beli online. Kedatangannya memanfaatkan hari libur panjang bagi kaum pekerja yang jatuh pada tanggal 18-21 Juli 2009.

Nekad bagi Uun sebenarnya karena Surabaya adalah kota yang diharamkan orang tuanya untuk diinjak. Oleh karena itu kepergiaannya ke kota Sorganya para Buaya ini tidak diumumkan ke publik, termasuk kepada kedua ortu. Bagi Uun, bagaimanapun belajar sangat penting, kalau perlu ke negeri Cina sekalipun, kata dia menirukan petuah orang lama. Namun begitu, sebagai anak sholihah dan berbakti pada orang tua Uun tetap memberi kabar begitu sampai di Surabaya. Ternyata orang tuanya diam saja. Mengekor kaidah sunnah, jika Rasul diam berarti mubah hukumnya alias boleh. Yah, begitulah Uun, si anak bengal yang patut ditiru bagi siapapun yang ingin maju, maju, maju, dan mandiri.

Walau niatnya belajar, sebagai ahlul bait yang harus memuliakan tamu saya menyempatkan diri untuk mengajak uun kopdar dengan para siluman TPC dalam acara JMP (Jogging Minggu Pagi) di Taman Bungkul yang merupakan agenda rutin Tugupahlawan.com. Dalam kesempatan itu hadir juga Mbak Ajeng atau ajengkol, pemilik blog muslimah.web.id yang juga datang jauh dari Depok Jawa Barat.

Sengaja Uun saya ajak dalam acara TPC karena selain sebagai blogger bisa jadi ia mau melampiaskan aksi balas terhadap TPC yang pernah menjatuhkan bom dahsyat berbau saat 1 mobil sepulang acara Ziarah Wali Blogger awal tahun lalu, dimana Uun adalah salah satu korban.

Gayung bersambut, selayaknya kopdar yang tak pernah lepas dari acara jalan-jalan dan makan-makan, usai sarapan dengan nasi pecel dan nyamil kentang goreng bumbu saus saya bersama uun dan 8 blogger lain langsung beranjak menuju Madura, demi mencari kepiting goreng. Siangnya kami menuju lounge Urgent buat makan siang. Singkat kata, dalam beberapa jam Uun sudah 3 kali makan. Tentu sangat kenyang perutnya sehingga cukup buat bekal amunisi.

sarapan jam 9 di Taman Bungkul
sarapan jam 9 di Taman Bungkul
makan siang jam 10.30 di madura
makan siang ke dua jam 12 di urgent
makan siang ke dua jam 12 di urgent

Apakah kemudian Uun benar-benar telah membalas kenangan pahit 6 bulan lalu?
Tidak, karena kemungkinan dan alasan diatas hanya dugaan saya semata, yang mana lebih banyak melesetnya. Tidak tampak aksi balas dendam dari Uun hingga acara berakhir, apalagi saat kopdar JMP pagi sebelumnya mas Fayyas, manajer kopdar TPC telah meminta maaf terlebih dulu atas tingkah laku Kingkong, tersangka utama pengeboman. ***

Daftar hadir dalam acara kopdar Kundarti di Surabaya :

video Kundarti : Uun sedang menikmati indahnya suramadu

(Visited 23 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov