Kopdar Akbar Launching Bengawan

“Biarpun hujan gerimis atau lebat.. Kita gembira tak terlambat.. Kita mempunyai persahabatan sejati,hujanpun tak peduli..
Senandung lagu entah dari mana terdengar menyambut kedatangan kami di Kota Solo, yang kebetulan sore itu di guyur hujan lebat. Kami berenam mewakili Malhikdua untuk datang di acara Launching Komunitas Bengawan yang bertempatan di Rumah Dinas Walikota, kawasan Loji Gandrung, 21 Februari 2009.

Walaupun mengatasnamakan Malhikdua tapi tak satupun dari kami yang berangkat dari Bumiayu karena ada halangan terkait kesibukan teman-teman di Pondok. Lima orang yang merupakan alumni Malhikdua berangkat dari Jogja, sebagian naik motor sebagian yg lain naik Pramex, sedang saya sendiri, selaku koordinator, berangkat dari Surabaya naik KA Logawa.

Perhelatan acara Launching yang dihadiri oleh blogger-blogger seluruh Indonesia (diantaranya Enda Nasution, Paman Tyo, Ndorokakung, dll) ini berlangsung cukup seru dan menarik. Hampir sepanjang waktu kami dibuat ger-gerran oleh hiburan-hiburan yang disajikan. Walikota Solo selaku tuan rumah menjadi pembicara pamungkas. Beliau cukup membuat kami terkesima oleh strategi dan visi-visinya dalam membangun kota. Bukan lagi sebuah planning, tapi apa yang ditunjukkan dalam slide merupakan bukti nyara kerjanya selama ini, ada foto “before dan after” dari setiap angle kota solo. Salah satu potret gemilang dalam karyanya adalah keberhasilan beliau dalam merelokasi PKL tanpa gebukan, raungan buldozer, dan tawuran sebagaimana yang sering terjadi di Kota lain. Mall-mall juga berhasil didirikan tanpa didahului oleh aksi pembakaran pasar tradisional.

Secara keseluruhan acara cukup berhasil, namun sangat terasa kurang mantap karena tidak ada acara seremonial / gong yang menunjukkan bahwa Komunitas Bengawan telah didirikan. Selebihnya, beberapa acara seperti jalan-jalan solo di malam dan pagi hari urung dilaksanakan, padahal di agenda-agenda tersebut katanya bakal diadakan kontes photo blogging suasana kota solo. Tiadanya acara tersebut membuat saya tak bisa mengambil moment indah kota selain sorak-sorainya blogger. Tapi saya menyadari bahwa blogger-blogger bengawan bukan Event Organizer yang bisa mengatur dengan pas setiap event demi event. Blogger ya blogger, walau dana pas-pasan yang penting “budhalll!(pinjem kata-kata gajah pesing).

Yang penting bagi saya, sesuai yang dijanjikan panita di posting sebelumnya, bahwa kami tidak kelaparan. Gerobak Angkringan sengaja ditaruh di serambi halaman buat diserbu blogger-blogger kere. Paginya, kami tak dibiarkan kelaparan dengan menikmati nasi pecel prasmanan. Tidak itu saja sebenarnya, malam sebelumnya (pk 01.30, panitia juga mengajak ramai-ramai para blogger yang masih melek untuk pergi menyantap Gudheg Ceker kas Solo.

Sayangnya, saat itu saya sudah nggak melek lagi zzZZZzzZZz.. Grgghhh..Groooghh!! @!*$:âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â€šÂ¬Ã…¾¢(*X-^[”

—-
Kisah tanpa foto = Hoaxx. berikut fotonya :

Terima kasih :
– Buat panitia-panitia Bengawan yang sudah memberikan akomodasi dari Stasiun hingga Lokasi, penginapan, makanan, dlsb
– Buat ibu-ibu penjaga prasmanan
– Buat Masudah yang rela meng-cancel acara ngajarnya demi acara gokil ini
– Buat Uun, yang rela merogoh koceknya demi acara gendheng ini
– Buat Lita, yang tampil Oke nan kece
– Dan Buat sahabat-sahabat baruku, semoga terus selalu menjadi sahabat sejati sebagaimana lagu diatasâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦ (lagu dari mana ya koq saya gak tahu,. Kopi pasti dari Facebooknya Mas Andy ..)

Foto/dokumentasi dari HP ku, Flashdisk MQ Hidayat, yg konon dapat dari Luxman, nophie, dll, serta dari Facebook Aziz Abdullah.

Versi lain peristiwa Launching Bengawan bisa dibaca di Blog Kecakot Andi.

(Visited 26 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov