Kisah Sang Pembebas yang Gagal

“Mas….kita g bisa OL sering coz lab lg pindah,so…….kmngknan untuk ng’edit berita ga bsa secepatnya.
Sebaris email yang saya terima dari seorang anggota redaksi aktif malhikdua school, menggambarkan bagaimana waktu internet sekarang menjadi kian sempit, sampai-sampai untuk mengetikpun tidak bisa banyak-banyak, cukup sebaris seperlunya sebagaimana diatas. Sebagai instruktur saya sangat memahami juga makna 1 baris tersebut, dimana beberapa bulan yang lalu sudah terkirakan hal ini akan terjadi. Tentang bakal tutup usianya kegiatan malhikdua jika terjadi perpindahan Lab.

Begitulah, setelah beberapa bulan / waktu lalu terjadi pemangkasan waktu internet sekarang penderitaan mereka semakin bertambah, nafas mereka semakin terengah setelah Lab Internet pindah ke blok putra. Sungguhpun beberapa pejabat tidak menggolongkannya ke dalam area putra namun dalam kenyataan tetap membuat redaksi/blogger jeper, ini belum ditambah posisi lab yang jauh di ufuk, membayangkan saja sudah bikin mereka kecapaian.

Dulu, beberapa waktu saat internet malam hari dilarang, saya terinspirasi Onno W. Purbo yang sukses memerdekakan frekwensi 2,5 G untuk internet dengan melakukan konsolidasi internal di Lab. Esoknya, di hari Jumat, berlagak Bung Karno sang pembebas, saya mengajak seluruh blogger untuk berdemo. Tentunya tidak dengan aksi di jalan maupun di lorong-lorong pondok, cukup dengan ngeblog memanfaatkan blogsphere blogmalhikdua. Saya yakin dengan cara ini, ngeblog rame-rame dengan satu tema, akan mampu merubah kebijakan Pondok, seperti yang dituahkan Enda Nasution, presiden blogger Indonesia bahwa blogger harus bersatu agar menjadi kekuatan yang diperhitungkan.

Tapi dasar, saya tetap hamba tengil, jauh dari prestasi tokoh-tokoh diatas. Punya tekad baja tapi gak ditunjang pikiran cerdas, bagai panglima perang yang tak memahami medan laga. Dalam aksi penggalangan blogspere blogmalhikdua hanya hasil nihil yang didapat. Kemana 200an blogger itu, koq selama berminggu-minggu, bulan ganti bulan gak ada pergerakan posting di agregator. Saya beranikan tanya salah satu dan dijawab polos “Postingnya pake apa mas, kan malam udah gak boleh internetan.. “

Dierr. Saya malu, lari, dan sembunyi.

(Visited 16 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov