Kecewa dengan Layanan BII

Saya pemegang kartu kredit BII dengan no rek 5200-3700-XXXX-XXXX. Selama ini saya tidak pernah mengalami masalah dengan layanan, secara keseluruhan bagus, hanya satu kelemahan yang saya kira cukup merepotkan. Yakni ketika saya harus melakukan transaksi ke luar negeri. Setiap mau check out dan kemudian melakukan pembayaran via paypal selalu ada penolakan dari Card Issuer, yang artinya saya harus menghubungi pihak BII sebagai penerbit kartu.

Setelah konfirm CS meminta untuk melakukan transaksi ulang dalam beberapa menit karena harus menghubungi bagian lain yang berwenang membuka pemblokiran terhadap penggunaan ke luar negeri. Terkadang juga ditanya kapan tepatnya akan melakukan transaksi, ke situs mana, dan Negara mana. CS tersebut juga menjelaskan sebelum melakukan transaksi via internet pemegang kartu memang harus mengkonfirmasikan dahulu seperti ini, demi alasan keamanan.

Dari penjelasan tersebut saya jadi berkesimpulan bahwa Kartu tidak dapat digunakan untuk transaksi keluar kecuali konfirmasi terlebih dahulu untuk ijin transaksi. Demi alasan keamanan saya memaklumi juga, dan terbersit rasa nyaman bahwa kartu akan aman walau dicuri orang. Hal ini tentu berbeda dengan HSBC, Citibank, atau lainnya yang untuk transaksi sangat praktis, tak perlu lapor dahulu.

Selanjutnya saya bertransaksi ulang sebagaimana yang diminta sebelumnya. Berhasil. Tapi yang jadi masalah kemudian adalah terganggunya bisnis saya yang masih tergantung dengan Paypal, karena dengan begitu maka saya harus konfirmasi terlebih dahulu setiap bertransaksi, padahal untuk konfirmasi harus menggunakan call 69811 yang butuh minimal 5 menit untuk âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€¹ÃƒÆ’ƒÆ’…”ngobrolâââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’Æ’¢ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â‚¬Å¡¬ÃƒÆ’ƒâ€¦¾ÃƒÆ’ƒÆ’‚¢ dengan CS. Telpon 5 digit tsb hanya bisa digunakan via ponsel. Bisa dibayangkan berapa perkaliannya dengan rupiah untuk sekedar konfirmasi. Telpon lokal yang diberikan (031) 5478811 dan nomer penggantinya tak pernah bisa digunakan. (nomer tersebut ternyata hanya berhasil saya hubungi memakai HP saja, tidak dengan PSTN)

Dari beberapa konfirmasi terjadi keanehan. Pihak CS seperti tak tahu tentang aturan demikian, mereka selalu menganggap kartu saya tidak masalah sehingga bisa digunakan untuk transaksi (saya tidak tahu apakah maksud âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€¦\”tidak masalahâââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€šÃ‚ tersebut, jangan-jangan mereka menganggap paypal seperti merchant-merchant di toko). Atas penjelasan tersebut saya kembali melakukan transaksi Paypal. Dan gagal.

Saya balik konfirmasi dan mengatakan kartu tidak bisa dipakai transaksi Paypal. Seperti respon-respon sebelumnya, nunggu beberapa saat, dan meminta transaksi ulang. Kembali berapa menit waktu yang terbuang untuk konfirmasi. Bukan soal waktu saja, tapi juga tagihan dari lama pulsa konfirmasi ini.

Yang paling menjengkelkan adalah kejadian tanggal 21 / 22 Desember 2008 kemarin. Saya melakukan transaksi yang sama, via Paypal. Teringat aturan, saya konfirmasi di awal dengan maksud agar kartu bisa digunakan untuk Paypal. Mereka mengatakan agar langsung digunakan saja, âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€¦\”kartu bapak tidak ada masalah koq. Kalau ada masalah bisa hubungi kami kembali. âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€šÃ‚ kata CS tersebut. (Entah waktu itu saya merasa bodoh dan malu, benar, kenapa saya konfirmasi sebelum transaksi, seperti mau pamer saja).
Selanjutnya saya bertransaksi di paypal, hasilnya tetap.. kartu tidak dipakai dan lagi-lagi saya harus konfirmasi memberitakan hal tersebut. Sayang pulsa, saya malas protes, pilih langsung to the point dan mengatakan bahwa kartu tidak dapat digunakan di Paypal. Diam beberapa menit sambil didengarkan nada tunggu. Lantas mereka mempersilakan transaksi ulang. Persis seperti respon-respon sebelumnya.

Dihari tersebut dua kali saya melakukan transaksi. Kalau tidak salah pagi-siang. Sorenya, menurut informasi orang di rumah, saya ditelpon BII menanyakan apakah saya melakukan transaksi ke Luar. Saya heran, koq masih ditanya, apa gunanya saya keluar pulsa untuk konfirmasi. Menganggap tidak terjadi apa-apa saya biarkan saja toh tak ada lagi telpon dari BII yang terkait masalah tsb.

Saya baru menyadari akibatnya saat hendak bertransaksi di merchant. Ternyata kartu rejected, alias diblokir. Untuk membukanya saya harus âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€¹ÃƒÆ’ƒÆ’…”ngobrolâââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’Æ’¢ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â‚¬Å¡¬ÃƒÆ’ƒâ€¦¾ÃƒÆ’ƒÆ’‚¢ lagi 7 menit pertama untuk telpon yang putus tiba-tiba dan 16 menit kedua. Itupun saya sempat diminta menghubungi BII Jakarta yang tentu saja saya keberatan karena harus interlokal di âââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’ƒâ€¹ÃƒÆ’ƒÆ’…”peak timeâââ€Ãƒƒâ€¦¡ÃƒÆ’ƒÆ’‚¬ÃƒÆ’ƒÆ’Æ’¢ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â‚¬Å¡¬ÃƒÆ’ƒâ€¦¾ÃƒÆ’ƒÆ’‚¢ siang hari seperti ini.

Ohh, BII. demi keamanan nasabahmu harus keluar kocek untuk bayar pulsa yang tak sedikit.

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov