Hari Anak Nasional

Kecacatan bukan halangan untuk berkarya. Pesan itulah yang ingin disampaikan Dewan Kota Surabaya, Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB), Kelt, Sekar, serta penyandang tunarungu dan tunagrahita dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) yang diselenggarakan kemarin (1/8). (jawapos)

Bertajuk Pentas Anak Ceria dan Kreatif, 115 anak berkebutuhan khusus (ABK) menunjukkan kebolehan mereka dalam menyanyi, cheerleader, menari, melukis, dan sebagainya. Acara semakin marak ketika tim angklung penyandang tunanetra menyanyikan lagu Perahu Layar.

Dalam acara yang dimulai pukul 15.00, di atrium Surabaya Town Square (Sutos) tersebut, panitia memberikan ruang seluas-luasnya kepada ABK untuk berkreasi. Mereka bisa menuangkan imajinasinya ke dalam lukisan, bermain kuis tebak lagu, hingga pentas seni.

perwakilan anak-anak dari TPC
perwakilan anak-anak dari TPC, bersaing dengan anak-anak lain. Menang dan dapat bantal lucu.

Menurut Ibu Pinky, sekjen Dewan Kota, perayaan HAN sengaja dipusatkan di mal karena di tempat itulah keramaian terpusat. Tujuannya, masyarakat ingat bahwa di sekitar mereka masih terdapat anak yang butuh perhatian lebih.

Sayangnya, ide Ibu tersebut tidak disambut baik oleh petugas Mall. Beberapa anak yang duduk ditepi kolam ditegur oleh petugas. Termasuk yang coba jongkok di selasar… Awas koen!

—–

Foto : mbah sangkil semua.

(Visited 25 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov