main

Berita dan ArtikelSerba-serbi

Kisah Klasik Untuk Masa Depan

20 Maret 2018 — 0

kisahklasih-1024x576.jpg

Pagi tadi, mengisi waktu, saya coba merelease 100 teman berpengaruh semasa SMP. Jujur, release ini gak penting-penting amat, wong juga masa lalu, tapi menjaga psikologis jelang reuni sangat diperlukan. Jangan sampai peserta (terutama di grup) telanjur boring hingga pas acara malah gayengnya ilang.

Berita dan ArtikelSerba-serbi

Berapa Harga Website yang dibuat dari Dreamweaver?

27 Januari 2018 — 0

dreamweaverfee-1024x576.jpg

Saya butuh website, kamu bisa dreamveaver kan? Berapa tarifnya? Pertanyaan sederhana dari orang yang (agaknya) cukup sederhana juga, meski boleh dibilang sotoy alias sok tahu. Duh, jadi somse.. Nggak maksud gitu. Hanya rindu ungkapan-ungkapan sederhana yang lama tak terdengar, seperti ketika ada kawan pegang monitor second yang teronggok di tempat service. Diputar-putar, diamati, dan tanya: “Ini pake windows 95 ya?!. #glek.

Berita dan ArtikelSerba-serbi

Modal Nekad Agus Budianto Kantongi 7 Juta per Bulan dari Jualan Peci

28 Oktober 2017 — 0

pecisi-1024x539.jpg

Sebelumnya tidak pernah terfikirkan oleh Agus Budianto, usaha nekatnya membuat kerajinan peci lukis menjadikannya pengusaha peci lukis yang terkenal di daerah Jawa Timur. Ia mengaku sempat kesulitan saat awal merintis usahanya karena terbelit masalah modal yang tidak cukup. Didukung oleh pinjaman sana-sini akhirnya ia beranikan untuk memulai ushanya tersebut di tahun 2015 silam.

ReviewSerba-serbiStylish

Rekomendasi Laptop Asus Murah di MatahariMall

4 April 2016 — 0

Meski harga memang “tidak bisa bohong”, tetap saja kita pasti akan memburu jika ada produk dengan harga yang murah dan kualitas tinggi. Terlebih saat memilih produk teknologi semacam laptop yang kian hari terus bertambah varian. Pertimbangan laptop tak lepas dari kebutuhan sehari-hari pun makin memantapkan konsumen akan mengutamakan harga murah dengan kualitas terbaik.

Serba-serbi

Earth Hour, Matiin Lampu Gak Ya?

28 Maret 2015 — 0

Malam ini di banyak kota disepakati sebagai hari Earth Hour (kalau tidak salah “hari”), yakni gerakan matiin lampu selama 60 menit. Menurut Nyoman Iswarayoga, Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia, seperti yang saya ambil dari detikcom, perayaan malam earth hour adalah pengingat untuk selalu memperbaharui komitmen kita untuk perubahan yang bisa kita lakukan dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kita hanya bisa berhasil bila melakukannya bersama-sama dan terus-menerus. Katanya begitu.

Gerakan yang sudah berjalan 7 tahun ini semakin meluas di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia. Sayangnya, upaya baik ini tidak diikuti oleh banyak kalangan. Lihat saja, di malam yang sama tergelar konser dari grub mancanegera di ibu kota. Bisa anda bayangkan berapa daya yang dihabiskan dalam pagelaran tersebut. Dan tak perlu jauh-jauh, panitia Earth Hour sendiripun belum tentu komit dengan ajakan komitmennya. Loh..

Iya, panitianya hedon, kata seseorang di tengah acara. #Nah..

***

Ngomong-ngomong soal penghematan saya jadi teringat ‘tipu daya’ PLN yang menggalakkan listrik berbasis pulsa. Saya sebut tipu daya karena saya merasa tertipu oleh slogan PLN yang Hemat listrik terkait penggunaan system baru tersebut. Semenjak pakai pulsa, saya takut nyalain PC. Padahal dah biasa buat kerja. Sayapun musti teriak-teriak agar matiin tivi meski menghasilkan rewelan anak-anak yang gagal nonton kartun kegemaran.

Bak taksi, rumah seperti ada argonya. Dikit-dikit lihat putaran meter listrik. Was-was, belum seminggu sudah isi pulsa Rp. 100rb. Gila, padahal sebelumnya sebulan saja kisaran 200rb-250rb. Berarti nanti total bisa 2x lipat pengeluarannya. Gak salah, hemat listrik tu listriknya dikurangin. Kapan bilang hemat biaya? #anjiir

Praktis, semenjak pakai pulsa, rumah sering gelap-gelapan hingga tampak suram, karena yang dinyalain cuma ruang tamu. Kondisi ini sangat berbeda dengan kanan kiri yang dipadati rumah gedongan dengan penerangan terang benderang, plus AC tentunya. Sekalipun mereka juga pakai pulsa, pastinya tak pernah kesulitan membayar token setiap kali mau bunyi.

Pemandangan itu yang membuat saya mikir 1000x kala diajak ikutan Earth Hour. Lha saya ini butuh listrik buat macem-macem jarang kesampaian koq pakai ikutan matiin lampu sejam-an. Saya yakin banget total konsumsi listrik saya tak lebih besar daripada mereka-mereka yang ikutan, sekalipun mereka matiin 120 menit, 360 menit, bahkan lebih.

Lihatlah laporan seseorang yang melihat banyak panitia hedon di lapangan. Apa anda yakin mereka sering matiin listrik di rumah? Apa anda yakin mereka bisa pulas tanpa AC di kamarnya? Anda yakin mereka tak pakai sedan yang tak ngebakar banyak bensin? dan lihatlah, dengan beragam gadget di sakunya yang tak henti tersambung dengan Power Bank..

Tapi memang, gak ngeksis kalau ga ikutan kampanye beginian.