Blogger Malhikdua dalam lawatan Tugupahlawan.com

Kegiatan blogging di Malhikdua sudah berjalan hampir setahun. Dalam waktu yang tidak sesingkat itu berbagai aktivitas blog dari santri malhikdua turut memperkaya dunia blog di Indonesia. Walhasil, nama Malhikdua tertanam dalam ingatan blogger-blogger di luar. Dalam catatan redaksi, komunitas pertama yang memberitakan tentang keberadaan Malhikdua adalah Komunitas Bengawan, dimana saat itu blogger alumni mengikuti kopdar dalam acara launching komunitas yang digelar di Rumah dinas Walikota, selanjutnya berturut-turut komunitas Tugupahlawan Surabaya, karena salah satu perintis Blogging adalah anggota TPC, kemudian Serayu Wonosobo, hingga terakhir adalah acara ambalwarsa Kota Ponorogo yang digelar oleh komunitas Kota Reyog.

Barangkali yang membuat beda sehingga diingat oleh mereka adalah domisili Malhikdua yang berada di Pondok Pesantren. Berbeda dengan banyak komunitas yang umumnya berbase di daerah-daerah urban. Hal ini juga yang menjadi alasan bagi Kang Nopy, blogger Tugupahlawan untuk mengunjungi markas Malhikdua. Kabar kunjungan ini gayung bersambut dengan rencana Mas Novi untuk melakukan sosialisasi ke santri baru Malhikdua. Selanjutnya kabar lawatan ini disikapi positif oleh KSPD dengan menjadwalkan sesi dialog dan ramah tamah, setelah kabar lain berhembus dimana kedatangan Kang Nopy akan diikuti pula oleh Daud dan Pradna, blogger Purwokerto. Pradna adalah praktisi linux yang aktif dalam KPLA Banyumas.

***

Datang Jumat dini hari pukul 01.00 bersama Daud, setelah menempuh perjalanan motor selama 5 jam Nopy tidak langsung istirahat. Dia lebih memilih berdiskusi non formal dengan kami (bersama daud dan lukman, pengurus Perpustakaan Ponpes). Berbagai tema obrolan difloorkan Mas Novi ke forum sederhana ini, karena kebetulan beliau sendiri sudah 8 tahun aral melintang dalam menggarap TIK di Pondok, dimana jalan terjal sangat terasa ketika program Blogging dijalankan. Kang Nopy yang kebetulan memiliki latar belakang aktivitas keagamaan mencoba memahami tentang kesulitan ini. Rupanya diskusi tersebut telah menjadi sebuah brieffing tersendiri sebelum Kang Nopy menjalankan fungsinya sebagai narasumber pada acara yang akan dihelat KSPD siang hari.

Pukul 08.00, setelah menjalani aktivitas pagi blogger TPC ditemani oleh Luxman, Mas Novi, Daud, dan Saif beranjak menuju kediaman Abah Muchlas karena masih belum dapatnya ijin menggelar acara. Setelah berbicara panjang lebar dan meminta masukan dengan Abah akhirnya acara diperbolehkan. Menurut abah yang sudah 9 tahun menjadi kepala MA apapun acara dipersilakan digelar sepanjang tidak melanggar nilai Islam. Adapun persoalan sulitnya waktu online bukan karena Pondok membatasi, tapi karena aktivitas santri sendiri sangat padat, disamping itu jumlah PC terhubung internet yang sangat minim, tidak cukup untuk menampung kebutuhan online bagi seluruh santri.

***

Tiba pukul 14.00, bertempat di Ruang Perpus lantai 2 GOR Al Hikmah, acara bertajuk silaturahmi dan dialog dimulai. Sebagai pembuka dipresentasikan sebuah slide pengenalan Blog oleh ischak, blogger perintis Malhikdua. Selanjutnya berturut-turut disambung oleh Mas Novi, Mas Nopy, dan Pradna. Mas Novi, karena asam garamnya dalam memperjuangkan Internet masuk pondok lebih banyak membicarakan manfaat blogging bagi santri. Beliau melihat sendiri statistik penggunaan blog yang terus menurun, terlebih trennya facebook semakin membuat blog dipinggirkan. Terkait masalah ini, kang nopy selaku pembicara ke dua membahas lebih banyak soal fungsi blog dari sisi manfaat didarat. Kebetulan Kang Nopi adalah jagonya kopdar atau perjumpaan blogger di darat dengan blogger lain.

âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”Jika kita, blogger-blogger malhikdua mampu menunjukkan manfaat blog bagi sekitar terutama para santri sendiri tidak tertutup kemungkinan kegiatan blogging akan menjadi prioritas pondok.âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚ Pesan kang Nopy dihadapan 150 santri. âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”manfaat itu bisa didapat dengan melakukan kegiatan sosial, misal donor darah, membantu korban bencana, dan lain-lain. Karena yang sering terjadi selama ini, aktivitas nyata memang belum ada, tapi dalam kenyataan di dunia maya, blogger Malhikdua masih melulu curhat, berpuisi cinta, dst. Hal ini yang membuat pondok masih setengah hati dalam memberi kebebasan internet bagi santrinyaâââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚ Lanjut kang Nopy menyindir blogger yang kerap melo dalam postingannya.

Yang tak kalah menarik dalam acara ini adalah sesi tanya jawab ketika seorang peserta menanyakan tips bisa ngeblog dalam waktu yang sangat menghimpit. Karena sangat tidak efektif jika Mas Novi, yang menjadi giliran menjawab, menjelaskan berdasar pengalaman mengingat latar belakang yang beda. Maka beliau memilih untuk menunjuk santri blogger yang mumpuni dalam membagi waktu. Ditunjukkan fakta bagaimana beberapa blogger mampu posting bisa lebih dari 80 judul dalam beberapa bulan, bahkan satu anak sampai 101, kesemuanya tidak ada yang kopi paste, orisinal karya sendiri. Dan blogger-blogger itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan dari temannya sendiri.

Di sesi akhir, panitia memberi kesempatan bagi para peserta untuk foto bareng narasumber, setelah sebelumnya saling berbagi kontak dengan peserta. Semoga silaturahmi ke markas Malhikdua memberi kesan yang mendalam di hati bagi blogger-blogger yang telah berkenan datang.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov