Senjakala Malhikdua.com. Harus bagaimana?

Hari ini, 26 Agustus 2016, adalah tepat sewindu onlinenya blog hosting Malhikdua.com. Delapan tahun lalu, Malhikdua.com menjadi satu-satunya media yang mewadahi santri-santri di Al Hikmah 2 untuk berbagi kisah di dunia maya. Malhikdua menjadi pionir jurnalisme santri yang memungkinkan setiap santri memiliki kesempatan yang sama dalam merasakan teknologi digital dan informasi secara sehat dan aman, disaat pondok/madrasah lain hanya membuka ruang untuk santri/siswa-siswi tertentu saja, bahkan saat di luar pesantren banyak yang belum melek internet.

Didampingi Alm Abah Masruri, Pak Nuh, Mendiknas kala itu, mengamati tampilan Malhikdua.com yang diberikan Ali Faisol (Dok 2009)
Didampingi Alm Abah Masruri, Pak Nuh, Mendiknas kala itu, mengamati tampilan Malhikdua.com yang ditunjukkan Ali Faisol (Dok 2009)

Pak Nuh, Menteri Pendidikan yang menjabat kala itu sempat menoreh pesan diatas poster Malhikdua yang menyemangati agar media ini terus diupdate isinya. Alhamdulillah, tak hanya update, banyak pengguna Blog Malhikdua.com telah tumbuh dan beberapa merasakan manfaatnya dengan diundang mengisi pelatihan, gathering blogger di banyak tempat, hingga undangan visiting ke berbagai daerah di tanah air (Solo, Purwokerto, Bekasi, Jogja, Semarang, Wonosobo, Surabaya, Bali, dan Singapura).

Saiful Sehat, Blogger Malhikdua, alumni MAK bersama Tai Tran, Blogger Thailand dan Cak Novi, Founder Malhikdua.com dalam Asean Blogger Conference. (Dok 2010)
Saiful Sehat, Blogger Malhikdua, alumni MAK bersama Tai Tran, Blogger Thailand dan Cak Novi, Founder Malhikdua.com dalam Asean Blogger Conference di Nusa Dua Bali. (Dok 2010)

Namun, seiring waktu penggunanya terus menurun. Kurang terlihat program pemanfaatan media ini secara masif seperti yang sering dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Tentu disebabkan banyak faktor baik insidentil maupun klasik. Apapun alasannya, statistik dari google analityc mencatat angka pengunjung yang bisa dibilang segelintir. Hanya 5 orang, kurang lebih. Saya bicara dengan data, bukan asumsi.

screenshot-malhikdua com 2016-08-24 20-57-10

Jika pengadaan Malhikdua.com ini gratis, jelas tidak masalah. Tapi kenyataannya media ini butuh dana yang tidak sedikit. Tiap tahun, sekolah mengeluarkan biaya super extra untuk menyalakan situs yang memerlukan resource tinggi ini. Nilainya bisa mencapai 14x biaya rata-rata yang dikeluarkan sekolah lain.

Dan, tanggal 18 Oktober 2016 adalah batas akhir perpanjangan layanan. Dengan kondisi seperti sekarang, pengunjung hanya 5 orang, patutkah saya mengajukan dana ke sekolah untuk memperpanjang kontrak server ini?  kalau bukan boros atau mubazir, apalagi namanya..

Sungguh, saya tak punya keberanian meminta dana ke sekolah. Boleh dibilang malu memintanya untuk sesuatu yang sudah tak lagi dimanfaatkan pondok/madrasah dan segenap warganya. Karenanya saya merasa bulan ini adalah saat terakhir Malhikdua.com mengudara. Semoga hanya perasaan..

Secara pribadi saya tak miliki wewenang untuk menutup malhikdua.com. Bukan hak saya. Saya juga tidak mau menutupnya. Hanya malu buat menagih biaya server. Jika tidak diperpanjang, kiranya media ini akan berhenti dengan sendirinya. Apa boleh buat, usaha maksimal sudah kita lakukan buat mengelolanya. Sampai saya yg bukan alumni Malhikdua pun tetap setia menggunakan blog ini di tengah keinginan ‘bergaya’ menggunakan nama sendiri semisal namakudot.com atau aktif di media-media lain yg bergengsi dan populer seperti kompasiana, blogdetik, dan sejenisnya.

Sekali lagi, tanggal 18 Oktober 2016 adalah batas perpanjangan sewa server Malhikdua.com. Untuk Anda yang sudah telanjur menulis banyak di blog Malhikdua.com, silakan membackup datanya untuk dipindahkan ke media lain. Kesetiaan saya menyematkan label “Malhikdua” di event-event daring, sepertinya juga akan berakhir di tanggal tersebut.

Demikian kabar (duka) ini saya sampaikan. Semoga tak menyurutkan semangat kita untuk terus berkarya, kapan pun dimana pun, apa pun medianya.

3 thoughts on “Senjakala Malhikdua.com. Harus bagaimana?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *