Fenomena Rio Haryanto

road-to-f1-rio-haryanto

Beberapa bulan terakhir ini fenomena Rio Haryanto menghipnotis bangsa ini. Prestasi demi prestasi di ajang balap mobil yang telah ditorehkan pemuda 23 tahun itu hingga akhirnya membawanya berada di depan gerbang impian semua pembalap mobil, Formula One (F1).

Melalui lika-liku penuh drama perjuangan memasuki gerbang tersebut, akhirnya Rio Haryanto okezone telah resmi menjadi bagian dari ajang balap paling prestisius itu. Sirkuit Albert Park, Melbourne Australia menjadi tonggak torehan sejarah baru Rio dan bangsa ini. Rio melakukan debut balapnya di F1. Apapun hasilnya, Rio sudah berhasil membuka mata dunia bahwa Indonesia juga bisa eksis.

Sejujurnya saya tak begitu interest dengan dunia balapan andai saja Rio tak menuai prestasi. Putra dari pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto itu mampu menyentuh jiwa nasionalis saya termasuk masyarakat Indonesia pada umumnya setelah berita-berita tentang kiprahnya meramaikan media cetak maupun online.

Spirit kebangsaannya patut menggetarkan sanubari. Demi meraih mimpinya untuk dapat berlaga di arena F1 putra terlahir dari Solo 22 Januari 1993 itu berani meninggalkan benua Asia untuk mengikuti ajang GP3 Europe Series 2010. Rio berhasil meraih podium pertama di Turki, 1st Runner Up di Silverstone, 2nd Runner Up di Monza Italy dan meraih prestasi sebagai The Best Driver Manor Racing. Kemenangan pertama di GP3 series didapatnya saat race kedua dia membalap di Eropa. Berkat kemenangan pertamanya, lagu Indonesia Raya berkumandang di daratan Eropa. Yup, siapa yang tak bergetar dadanya mendengar kabar tersebut.

Sebelumnya, hanya nama-nama seperti Michael Shumacher, Kimmi Raikonnen, Lewis Hamilton, Jenson Button, Felipe Massa dan lain-lain, selama ini yang ada dalam perbincangan kawan-kawan di warung sambil menonton dari layar kaca dan mengagumi kehebatan mereka dalam adu jet darat.

Tapi itu dulu, sekarang ini semua orang Indonesia  punya jagoan baru. Dan beberapa bulan terakhir ini publik dan media massa seperti Okezone tidak henti-hentinya membicarakan anak muda yang satu ini. Pemuda kalem itu tidak perlu gembar-gembor alias berkoar ke sana kemari untuk membuat bangsa Indonesia menjadi sorotan dunia. Rio tidak pernah berkoar-koar di media massa untuk membuktikan baktinya kepada negeri tempat dia lahir. Cukup dengan ketekunan dan telaten di bidangnya lalu prestasi dia raih.

Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan memuji penampilan dua pembalapnya, Rio Haryanto okezone dan Pascal Wehrlein usai mengikuti dua sesi latihan bebas pada Jumat (10/6/2016) di Sirkuit Gilles Villeneuve. Saat itu Rio dan Pascal menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam dua sesi latihan bebas. Rio mencatatkan waktu terbaik satu menit 17,423 detik pada sesi latihan bebas kedua, sedangkan Pascal mengukuhkan waktu satu menit 17,023 detik.

Siapa Rio

Rio Haryanto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 22 Januari 1993; umur 23 tahun) merupakan seorang pebalap berkebangsaan Indonesia yang kini membalap di ajang Formula Satu bersama tim Manor Racing. Sebagai pebalap asal Indonesia pertama yang bisa membalap di level Seri GP2, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar. Rio juga adalah pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang bisa menjajal mobil Formula Satu.[2] Ia juga disebut sebagai salah satu pebalap muda yang berpotensi menjadi wakil Asia di ajang Formula Satu pada masa depan.

Pada tahun 2011, Rio berpartisipasi di ajang Seri GP3 bersama tim Marussia Manor Racing dan di seri Auto GP bersama tim Driot-Arnoux Motorsport (DAMS). Dia mengawali kariernya di balap gokart pada tahun 2002 dengan Juara Nasional Gokart kelas kadet.

Pada tanggal 18 Februari 2016, Manor Racing selaku tim balap F1, resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pebalapnya untuk musim 2016 mendampingi Pascal Wehrlein. Rio sekaligus menjadi pebalap Indonesia pertama yang berkiprah di ajang bergengsi tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *