Perempuan Berkalung Sorban

Bulan ini penikmat film Indonesia kembali disuguhi tontonan menarik, apik, dan bermutu. Alhamdulillah, saya berkesempatan menontonnya di Royal 21 Surabaya. Perempuan Berkalung Sorban. Ini adalah sebuah kisah pengorbanan seorang perempuan, Seorang anak kyai Salafiah sekaligus seorang ibu dan isteri. Anissa (Revalina S Temat), seorang perempuan dengan pendirian kuat, cantik dan cerdas. Anissa hidup dalam lingkungan keluarga kyai di pesantren Salafiah putri Al Huda, Jawa Timur yang konservatif. Baginya ilmu sejati dan benar hanyalah Qur’an, Hadist dan Sunnah. Buku modern dianggap menyimpang Continue reading “Perempuan Berkalung Sorban”

Ziarah Wali (Blogger)

Foto-foto akan terus update. Beberapa masih menunggu kiriman kawan dengan kamera yang berbeda. Walau begitu tidak seluruhnya saya masukkan mengingat tidak seluruhnya saya ikut rangkaian yang disinggahi TPC.

Sabtu, 24 Januari 2009 merupakan hari yang spesial bagi kami. Karena pada hari itu kami bertiga (saya, sentot, dan Uun) menjemput acara Puncak Ziarah Wali Blogger dengan tema “Datang tak diundang, pulang tak diantar” di Gunung Kelir, kediaman Mas Totok. Acara silaturahmi ini diprakarsai oleh teman teman TPC ( Tugu Pahlawan .com ) yang kemudian di dukung oleh segenap komunitas lain seperti blogger ngalam,blogger warok,blogger madiun,blogger ngawi,blogger bengawan,cah andong, dan wokehh pokoke….

Wes langsung ae tak pameri fotone Continue reading “Ziarah Wali (Blogger)”

Si Muka Tembok

Rupanya, blokade yang dilakukan Israel sudah sampai taraf memaksa para nelayan untuk tak mencari ikan. ‘‘Tapi, kami tak takut. Bagaimana lagi, tertembak patroli Israel memang bisa mati. Tapi, toh kalau kami tak melaut, kami juga akan mati kelaparan,” tuturnya.

Jawapos edisi hari ini. Menarik (baca=ironis) sekali apa yang diucapkan oleh nelayan tersebut. Benar, mencari nafkah adalah kewajiban. Lebih-lebih jika mempunyai anak istri. Iffah terhadap keluarga harus tetap ditegakkan. Jihad namanya.
Agaknya satu suara penduduk palestina ini cukup mewakili kenapa Hamas meroket israel.  “Akses tanah kami telah ditutup oleh penjajah. Bertahun-tahun kami kesulitan cari makanan. Jadi melawan atau tidak kami tetap mati kelaparan. Dan melawan (meroket) adalah pilihan daripada hidup menyerah. Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah.”
Continue reading “Si Muka Tembok”

Toilet si Kecil

Sudah tiga hari ini anuku senut-senut gak karuan. Isi batang otakku penuh oleh ketidaktahuan bagaimana peristiwa bisa terjadi. Tentang peristiwa di pondok yang cukup menghebohkan. Tentunya bukan sesuatu yang kualami karena saya bukan penghungi sana. Tak lebih saya hanyalah pembaca setia postingan teman-teman di Pondok yang akhir-akhir ini, hampir semuanya menceritakan kejadian memilukan dari seorang santri. (Kisahnya saya dapat dari blog Ita, Nunk, Muna, Ara, dan lain-lain. Sayang tak ada yang bisa mendetailkan kejadian kecuali dari Tika. Yang unik Een dimana foto pocongnya ikut dipajang di Blognya). Continue reading “Toilet si Kecil”

Pak Menteri dan Jin Botol (Paradoks Dunia Kyai, I)

Tiga orang profesional masing-masing pakar membuat kopi (barista), pakar wisky (bartender) , dan pakar komunikasi (TI) berjalan jalan di Negeri Arabia guna menghabiskan hari tuanya. Ditengah perjalanan mereka menemukan sebuah botol berisi Jin. Setelah jin baik hati keluar, mereka bertiga diperbolehkan minta masing masing 1 permintaaan dan pastilah dikabulkan.

Profesional pertama minta berada di dalam satu gudang kopi ABC selama 1 tahun, yang kedua minta Wisky satu gudang, dan yang ketiga minta kawasan hotspot. Maka, dalam sekejap dipindahkanlah masing-masing ketempat sesuai yang diminta. Continue reading “Pak Menteri dan Jin Botol (Paradoks Dunia Kyai, I)”

Palestina koq Dibantu

Palestina koq Dibantu”. Cibiran ini berasal dari seorang kawan yang muncul tiba-tiba setelah menonton berita di TV tentang gelombang aksi menentang Israel. Kalimat senada juga sering saya jumpai, seperti : âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”Indonesia masih miskin..bla.bla.bla, âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…” atau âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦ÃƒÆ’ƒÆ’Æ’¢ÃƒÆ’ƒÆ’¢ÃƒÆ’ƒÂ¢Ã¢â€šÂ¬Ã…¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚kita sendiri masih berantakan,âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦bla.bla.bla. âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…” juga âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’…”jangan sok bantu Negara lain,âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚¦bla.bla.bla.âââ€Å¡¬ÃƒÆ’ƒÆ’‚ dll. Jadi ucapan dari 1 kawan ini mewakili banyak orang juga dinegeri ini. Lebih-lebih selang beberapa hari setelah agresi biadab Israel sejumlah titik dinegeri ini terjadi gempa, disusul musibah kapal terguling di perairan barat. Seakan menyadarkan bahwa saudara-saudara kita terdekat juga menderita. Continue reading “Palestina koq Dibantu”

Sesal di Kursi Pesakitan

Secara tiba-tiba seorang aparat menghentikan laju motorku. Aku yang sudah siap putar arah terpaksa harus injak rem.. “Gimana anda ini mas. Lajur kanan koq dipakai motor.” Bentak petugas itu. Aku cuma senyum, tepatnya menyeringai, mencoba menutupi hati yang dongkol. Gak perlu kujawab panjang lebar, sedikitpun aku tetap ditilang. Selanjutnya aku dikeler ke Pos, diminta surat kelengkapan, dan langsung tanda tangani berita acara untuk sidang. Continue reading “Sesal di Kursi Pesakitan”

Menemukan Lingga Yoni di Gua Sepalawan

Diantara bloger yang berkumpul di rumah gentokelir kemarin barangkali tinggal saya yang belum melaporkan hasilnya. Disebabkan dari senin hingga Selasa sore pekerjaan sangat menumpuk. Tidak banyak yang saya ceritakan, disamping malam yang semakin larut dalam kantuk, juga telah banyak postingan serupa dari teman-teman dengan versinya masing-masing. Continue reading “Menemukan Lingga Yoni di Gua Sepalawan”

Wimount dan Kejutan-Kejutan

Akan banyak kejutan-kejutan jika anda nge-blog. (Mantan Kyai, ensiklopediblog 2009)

Kata-kata diatas disampaikan oleh rekanku, SAH saat temu blogger Malhikdua di GOR Ponpes Alhikmah 2 Benda, 1 Januari 2008. Ku rasa itu cuma pemanis buat nyemangati bloger-bloger muda, atau bisa jadi dia sengaja tampil manis didepan 5 ribu santri yang hampir 70 % nya daun muda.

Continue reading “Wimount dan Kejutan-Kejutan”