20 Tahun Berserak, Ketemu Juga Akhirnya

\”Ingat Rio tidak? \”o itu.. rio yang nakal itu kan. Duh nakal sekali dia. Bayangkan, suatu ketika saya diajak pipis bareng di kamar mandi sekolah. Begitu di dalam saya melihat dia tidak pipis ke bawah, tapi diarahkan ke kolam (bak) mandi. Cuuurrrr ..”

\”ha ha ha ha \” kami tertawa bersama. Penuh lepas.

Malam itu memori masa lalu seperti meluber kemana-mana. Sedemikian lepas setelah seorang sehabat  tiba-tiba datang ke rumah, mencari tahu tentang keberadaan saya.

Wahyu. Benarkah saya berjumpa dengannya? Angin apa yang membawanya kesini.

Jelasnya angin itu bukan dari fesbuk, karena baik dia maupun saya juga sama-sama mencari di jejaring besutan Mark zukenberg tersebut, namun sama-sama nihil. Tentu ini perjumpaan yang aneh, boleh dikata menakjubkan. Tanpa alamat, HP, email, bahkan  fesbuk seseorang bisa ketemu. Seseorang yang sudah hampir 20 tahun berpisah. Sungguh sangat dramatis membayangkan, bagaimana dia dengan motornya rela ke surabaya dan mencari-cari saya. Sudah berapa liter bensin dan kampas rem yang ia habis kan.

Diantara ketakjuban itu sejumlah pertanyaan menari-nari diatas kepala. Benarkah dia memang wahyu, orang yang dipanggil Boim. 20 tahun berpisah tentu sangat merepotkan mengidentifikasi. Sebagai orang normal tak mungkin saya mencari tanda lahir di pantat. Atau membawa giginya ke laboratium forensik untuk di visum wong dia masih segar bugar.

Wahyu yang kukenal dulu memiliki ciri-ciri khusus : dia lebih suka nonton home alone ketimbang Dono warkop, dia  hobby touring dan tak suka naik gunung, dia prever dengan hal-hal berbau ikan hias, dia selalu memanggilku PM, kalau tidur kipas angin disetel kenceng2 dan diarahkan langsung ke dada, dan…hati dia berbunga-bunga kalau kusebut nama \”Dwi Shinta anak 2G”

\”Ha ha ha”Kembali kami melepas tawa. Dia benar-benar Wahyu E Kusumo alias Boim.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Facebook Comments

Leave a Reply

caknov